ANANG SUGIONO

Selasa, 02 Juni 2009

ILMU, TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN

Pengantar
Kata ilmu merupakan kata serapan dari bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui, ilmu juga berasal dari bahasa latin “scientia” yang berarti Pengetahuan tentang, tahu tentang, pengetahuan yang mendalam. Teknologi sendiri akar kata “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasionanl yang berkaitan dengan perbuatan suatu obyek atau kecakapan tertentu, adapun “logos” akar dari Logi yang berarti ilmunya. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Pengembangan ilmu dan teknologi terjadi pada saat adanya akumulasi budaya yang bedasar pengembangan kebudayaan di dalam kehidupan sosial, sehingga pada diri manusia muncul (1) pengembangan konsep dirinya begerak dari seorang pribadi yang bergantung kea rah pribadi yang mandiri, (2) manusia akan mengakumulasikan berbagai pengalaman yang dapat menjadi sumber belajar yang berkembang, (3) kemampuan penalaran manusia meningkat berorientasi pada tugas perkembangan peranan sosial yang dibawa, (4) orientasi terhadap alam semesta bergeser dari orientasi yang objektif menuju subjektif untuk melakukan suatu aktivitas tertentu guna mencapai tujuan.
Isi
A. Manusia dan Ilmu, Kebudayaan dan Teknologi
1. Manusia dan Ilmu
Antara manusia dan ilmu keduanya memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Manusia yang merumuskan dan mengembangkan ilmu. Adapun sumbangan ilmu bagi manusia adalah ilmu sebagai suatu cara berpikir atau pola pikir manusia, sarana menemukan kebnaran dan ilmu digunakan sebagai sistem nilai dan moral. Selain itu ilmu berfungsi sebagai pengetahuan yang membantu manusia dalam mencapai tujaun hidupnya.
2. Manusia dan Kebudayaan
Kebudayaan terbentuk dalam masyarakat, artinya manusialah yang membentuk kebudayaan. Adapun sumbangan kebudayaan bagi manusia adalah kebudayaan secara umum akan memengaruhi manusia yang ada di dalamnya, karena dalam kebudayaan terdapat garis-garis pokok tentang perilaku atau blueprint of behavior. Suatu masyarakat akan sangat dipengaruhi oleh budaya masyarakatnya. Misalnya adalah di daerah yang berkembang kebudayaan agraris, maka masyarakatnya bekerja sebagai petani, perkembangan teknologi berorientasi pada alat-alat pertanian dan lain-lain.
3. Manusia dan Teknologi
Teknologi merupakan penerapan teori-teori ilmiah dalam memecahkan masalah praktis baik berupa perangkat keras (peralatan) mauoun peralatan lunak ( metode/teknik pemecahan masalah). Peranan manusia terhadap teknologi yaitu manusialah yng menciptakan serta mengembangkan teknologi yang akan dipergunakan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Dalam hal ini teknologi beperan sebagai alat yang memermudah serta melindungi manusia. Namun , dalam penerapannya, haruslah ada kriteria-kriteria tertentu, yaitu teknologi harus dikaitkan dengan Produktivitas atau efisiensi teknis; Kesempatan membuka lapangan pekerjaan; Tidak merusak lingkungan.
Selain itu teknologi harus merupakan pelengkap kemanusiaan dalam menignkatkan taraf kehidupannya kearah kehidupan yang lebih penuh dan bukan sebaliknya, aspek-aspek kemanusiaan dikorbankan untuk kemajuan teknologi. Dehumanisasi yang disebabkan oleh perkembangan teknologi harus dihindarkan ( Suriasumantri. 1986: 239-240). Dewasa ini terjadi hal yang menjadi kekurangan dalam pengembangan teknologi, yaitu manusialah yang harus menyesuaikan dengan teknologi dan bukan sebaliknya, teknologi yang menyesuaikan dengan manusia.
B. Pola Hubungan Manusia, Ilmu, Kebudayaan dan Teknologi
1. Ilmu dan Kebudayaan
Kebudayaan sebagai produk manusia yang sudah menjadi realitas obyektif pada akhirnya mengkondisikan manusia,baik secara individu maupun social,untuk menyesuaikan diri dengan penduduknya,baik bahasa,teknilogi,atau lembaga sosialnya. Dalam unsur kebudaayaan terdapat adanya sistem pengetahuan, dimana ilmu dan teknologi termasuk di dalamnya. Dengan demikian ilmu itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan. Ilmu dan kebudayaaan mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi dan saling tergantung. Pada satu pihak perkembangan ilmu dalam satu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaan masyarakat tesebut, dan juga perkembangan ilmu akan mempengaruhi berkembangnya kebudaayaan masyarakat. Sumbangan ilmu terhadap kebudayaan adalah pada nilai yang terkandung dalam ilmu, yakni tentang etika, estetika dan logika.. Ilmu merupakan sumber nilai dan tata hidup, baik bagi perkembangn kepribadian secara individual maupun pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu menurut Rene Dubos dalam bukunya Reasong Awake : Science for man, ilmu turut membentuk profil kebudayaan bukan saja lewat aspek-aspek teknisnya, melainkan juga dengan jalan memberikan pandangan-pandangan baru yang membuahkan sikap yang baru. Contohnya adalah dalam masyarakat pedalaman, kebudayaan yang berkembang adalah kebudayaan agraris. Adapun ilmu yang berkembang adalah ilmu pertanian. Ilmu pertanian ini memberikan pandangan-pandangan baru terhadap kebudayaan, misalnya ritual-ritual khusus menjelang panen, mata pencaharian sebagai petani, alat-alat pertanian dan lain-lain.
2. Ilmu dan Teknologi
Ilmu dan teknologi atau sering disebut ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan dua hal yang keberadaannya saling menunjang. Dilihat dari definisinya, teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, yang artinya bahwa antara ilmu dan teknologi keduanya tidak dapat dilepaskan. Ilmu sebagai landasan dalam penciptaan teknologi. Selain itu, teknologi berperan dalam pengembangan ilmu. Contohnya adalah dalam masyarakat agraris ada ilmu tentang pertanian. Oleh masyarakat teknologi yang dikembangkan adalah teknologi pertanian semisal cangkul dan traktor. Dengan adanya teknologi cangkul dan traktor inilah yang akan mengembangkan ilmu pertanian. Selain itu, peranan ilmu dalam teknologi adalah sebagai asas moral dalam penciptaan dan penerapan teknologi.
3. Kebudayaan dan Teknologi
Sama halnya dengan ilmu, teknologi pun menjadi bagian dari kebudayaan bahkan teknologi itu adalah kebudayaan kebendaan. Teknologi ini pada dasarnya diciptakan manusia untuk memudahkan dalam memecahkan masalah,dalam rangka mencapai tujuannya serta melindungi manusia. Sumbangan kebudayaan terhadap teknologi yaitu kebudayaaan memberikan pengaruh terhadap terciptanya teknologi. Misalnya, dalam masyarakat agraris pengembangan teknologi akan lebih cenderung ke alat-alat pertanian semisal cangkul, bajak serta traktor. Adapun sumbangan teknologi ke kebudayaan adalah teknologi ini berperan dalam proses pengembangan kebudayaan. Dalam proses modernisasi, peralatan yang tradisional akan mengalami perubahan menajdi alat yang lebih modern dengan bantuan teknologi.
KESIMPULAN
Antara ilmu, teknologi dan kebudayaan ketiganya memiliki keterkaitan karena ketiga-tiganya saling mempengaruhi. Ketiganya juga memiliki kaitan erat dengan manusia, karena manusia inilah yang membentuk kebudayaan, merumuskan ilmu dan menciptakan teknologi, serta mengembangkan ketiga-tiganya, karena manusia mempunyai akal dan bahasa.

Referensi
TIM DOSEN FILSAFAT ILMU UGM, 2007, Filsafat Ilmu, Yogyakarta, Liberty
Soejono Soekanto.2004.Sosiologi Suaatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Press.
Jujun S. Suriasumantri. 2002. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Sinar Harapan.halaman
Jujun S. Suriasumantri. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial dan Politik. Jakarta : PT Gramedia.
posted by ANANG SUGIONO at 20.29

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home